Sepotong tulisan yang menetas diam-diam

Entahlah, ini malam ke berapa yang kupendam diam-diam. Ini rahasia, antara aku, sahabatku, dan tentunya Tuhan. Aku sendiri masih gagal untuk memahami, ini sebentuk rasa jenis apa dan di mana titik mulanya. Aku seringkali menyebutnya matahari yang lupa jalan pulang; masih mencari tahu dari arah mana ia diterbitkan dan ke arah mana ia akan terbenam. Mungkin ini buah dari beribu aksara yang tanpa sadar kautanam dalam-dalam, juga gambar-gambar kemolekan angkasa dan alam yang kaugantungkan dalam ruang-ruang virtual, lalu tanpa sadar pula aku menuainya dengan rindu yang tak berkesudahan.

Pada celah-celah malam, selalu kusisipkan waktu untuk sekedar menyisir ruang-ruang baru dalam rumah bagi selaksa tulisan dan meronanya alam yang kauabadikan. Rasanya, aku seperti jatuh cinta dalam setiap pesona alam dan tulisan yang kauhadirkan. Aku seperti belajar tentang hidup dengan cara paling sederhana yang telah kauciptakan tanpa sadar.

Ah, entahlah. Aku hanya ingin menuntun rasa di jalan yang semestinya dan tahu di mana ia akan berhenti nantinya.

 

Ah, entahlah! Ini rahasia Tuhan dan rencana-Nya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s