Menyapa Ujung Rasa

Menyapa Ujung Rasa
Diki Umbara

Bait demi bait telah kususun, tapi kau kekasih; menolak kusempurnakan dengan kata, menghindar dari yang kucipta sebagai frasa.  Sebersit angin, serekah helai, meruam air.

Sungguh, sederhana saja semestinya.
Ada pesan tunggal ingin kusampaikan, dengan pikir di berlarik sajak.
O’ tapi ada yang tak sengaja, kulupa bertanya bisik pada rasa.

Ingin kujejakkan agar makna tak mengambang, demikian yang telah kau cerap seperti yang kuharap. Dan kata-kata, kini mulai meragu; mungkin ada bahasa ambigu, kau atau aku yang terjepit dalam rumpang-rumpang rindu?

Atau kekasih; mari kita coba, lerai saja pikir dan rasa itu.
Biarkan ia masing-masing dengan takdirnya.
Mengalir, menyusur, hingga relung yang tak usah kita bendung.

Aside | This entry was posted in @dikiumbara, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s