Aku Rindu Diamnya Pagi

Aku Rindu Diamnya Pagi
Aiz Pangeran

Pagi yang tak biasanya, sekelebat embun buru-buru meninggalkan fajar. Ah, sepertinya aku tahu, sisa rindumu semalam.

Sepi pagiku, sayang, tak ada kicau burung dan angin sepoi berhembus. Kemana perginya mereka?
Aku rindu.

Kunikmati pagi dalam sepi, sendirian, bersila di atas segenggam tanah kenangan, dirambati lumut tua.

Aku tak kuat lagi, sayang, rindu ini terus digerogoti jiwa yang hanya diam, sabar menahan perih.

This entry was posted in @aizpangeran, Puisi. Bookmark the permalink.

One Response to Aku Rindu Diamnya Pagi

  1. Utha says:

    Tsooooohh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s