Pertanyaan-pertanyaan Untuk Rindu

Rindu, sengaja kutulis surat ini untukmu. Ada tiga pertanyaan yang akan kuajukan padamu. Ketika kaubaca surat ini, semoga kau sedang tak kerepotan membagi dirimu untuk berribu nafas yang terkulai keluh lusuh.

Rindu, akan kulayangkan pertanyaan pertamaku. Mengapa gemar sekali kau bersetubuh dengan sendu? Kemudian memeras air mata hingga sepasang jendela raga sayu. Tak bosankah kau membasahi hati kami hingga layu?

Hei rindu, apakah sudah menjadi kebiasaanmu bermanja-manja di tubuh perih? Bahkan tak jarang dahan-dahan jiwa patah mengerih. Ketika kutulis surat ini pun, aku dirundung sedih yang tak kunjung pipih.

Hal lain yang ingin kutanyakan, kenapa gemar sekali kau berjejalan? Di lahan hunian si pujaan. Bahkan terkadang menghalangi pendar cantik berpuluh kunang-kunang yang berkejaran. Polahmu acap kali mengemasi senyuman, lalu meninggalkan binar riang di belakang. Membuat separuh hatiku tak karuan.

Demikianlah, pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kusimpan. Semoga surat ini meninggalkan sebuah kesan menyenangkan. Kutunggu jawabanmu dalam lelapku sebagai balasan.

Tertanda,

Aku yang hatinya sering kali morat-marit karenamu, rindu.

This entry was posted in @njiegerardini and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Pertanyaan-pertanyaan Untuk Rindu

  1. @yogaDM says:

    Baguz!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s