Punggung Panggung Sirkus

Oleh : Angghie Gerardini

Angin berkejaran. Nyala lampu berguguran di ruang tanpa atap membentang. Anak singa jinak mengelilingi putaran. Beberapa orang hanyut dalam gerak mencengangkan.

Aku berdiri di sini. Seperti kemarin dan sebelumnya. Hanya berani terpaku di tempat ini; memandanginya. Padahal mimpiku lebih dari ini, meski sederhana; duduk di sampingnya dalam bianglala. Ah, mengenalnya saja tidak.

Hap! Sekali lagi anak singa beraksi. Berhasil melompati hulahop yang dipegang Raksi. Oh ya, aku lupa mengenalkannya pada kalian. Pemuda itu bernama Raksi. Aku melihatnya sejak sirkus ini pertama kali digelar. Ia bagian di dalam pertunjukan sirkus yang menawan. Pemain sirkus yang mengesankan. Belakangan baru aku tahu namanya dari penjual gulali di punggung panggung taman; tempatku berdiri bertabur senyuman.

This entry was posted in Flash Fiction and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s