Kedua Kali

Kedua Kali
Dian Megawati

Aku pemain cinta, tak pernah ada hati

Aku bermain-main dengan cinta, tanpa perlu merasakan sakitnya

Namaku Mellisa, bukan wanita sempurna yang bisa jadi idaman para pria. Cantikpun menurutku tidak sama sekali. Tapi entah kenapa kaum adam selalu mengejarku.

Cinta ? apa itu ? Hal yang tidak menarik bagiku. Semenjak aku tahu cinta dapat menorehkan luka, aku sibuk untuk membuatnya tak ada. Berbeda dengan kebanyakan wanita, aku tak pernah menggunakan hatiku dalam cinta. Aku tak pernah benar-benar membuka hati untuk kaum pria. Meski mereka meyakinkanku cinta mereka tulus adanya dan berjanji takkan menyakitiku. Saat sudah menjalin hubungan dengan mereka, bukan jaminan aku benar-benar mencintai mereka. Tapi mereka, para pria tak pernah menyadari tak ada hatiku untuknya.

~BRAKKK

“OH EM JI ! Kalau jalan p-pa-kai…. m-ma-ta dong..” Omelanku mendadak terhenti.

“Maaf…” Ucap pria yang menabrakku barusan sembari membantu merapikan bukuku yang berserakan

“ Eh, sudahlah tak apa”  tanganku menahan tangannya yang sedang memunguti sisa bukuku

“Eric..” Dia mengulurkan tangan mengajakku berkenalan

“Melissa..” Jawabku, aku menjabat tangannya.

Selanjutnya bisa ditebak, dia mengajakku ke kantin ingin mentraktirku makan karena merasa bersalah sudah menabrakku. Kami berbincang panjang lebar, dia cukup menyenangkan dan kami langsung “klik” meski itu pertama kalinya kita berjumpa.

“Ini korbanku selanjutnya, Eric Wijaya !”  bisikku dalam hati sambil memasang muka polos menatap mata indahnya, senyumnya yang manis dan lesung pipinya.

***

Eric, lelaki yang baik. Sekarang sudah kudapatkan hatinya. Ah, hal yang sangat mudah untuk dapatkan dirinya. Mendapatkan pria dengan cepat memang sudah menjadi keahlianku.

“Bey, aku mau ngomong serius..” Bisik  Eric lembut sambil menggenggam tanganku.

“Ada apa sayang ? ngomong aja” Jawabku.

Dia tiba-tiba memelukku, lalu kami berciuman, aku sangat menikmati setiap sentuhan bibirnya.

“Bey, aku ingin kita putus aja” Bisiknya saat memelukku

Aku terkejut, sontak kulepas pelukannya dengan kasar.

“KAMU JAHAT !” teriakku.

Aku berlari keluar dari restoran tempat kita makan, mencari taxi untuk membawaku pulang. Mataku terasa berat, kurasakan ada butir-butir bening mengalir. Aku masuk ke dalam taxi dan meninggalkan Eric yang tengah mengejarku. Aku masih sesenggukan di jok belakang taxi, tak menghiraukan pandangan heran bapak sopir taxi dari balik spion. Sumpah, aku tak pernah merasakan sakit yang seperti ini, tak pernah ada pria yang berani memutuskanku seperti ini.

***

Tiga bulan berlalu semenjak aku putus dari Eric, dia masih berusaha mencariku untuk menjelaskan semuanya. Hanya saja aku tak pernah mau menemuinya, bahkan mengangkat teleponnya aku sudah tak sudi. Tapi beberapa hari ini dia tak menggangguku lagi.

~KRINGGG..

Telepon rumahku berdering

“Hallo”

“Hallo, benar ini Kak Mellisa?” Sapa seseorang di ujung telepon sana, Aku kenal suara ini sepertinya.

“Iya benar, ini siapa?” Tanyaku untuk sekedar meyakinkan kalau pemilik suara ini Viki, adik perempuan Eric.

“Ini Viki kak, adik Kak Eric. Tapi teleponnya jangan ditutup dulu” Suaranya setengah menahan tangis.

“Ada apa Vik mencariku?” Tanyaku penuh selidik.

“Kak Eric semalam meninggal kak..” Sekarang tangis Viki pecah.

“Hah? A-aku ke rumah sekarang ya”

Aku segera bergegas ke rumah Eric, sekali lagi Kristal-kristal air mataku ini membasahi pipiku. Sesampainya di rumah Eric, Viki menceritakan semuanya. Ternyata selama ini Eric menderita Leukimia stadium akhir, itu sebabnya dia memutuskanku. Dia tak mau aku bersedih. Tapi memang sudah terlanjur, ternyata Eric satu-satunya yang bisa membuatku jatuh cinta. Dan kini dia pergi selama-lamanya, membuatku hancur untuk kedua kalinya setelah sebelumnya tiga bulan lalu dia memutuskanku.

This entry was posted in @me_gaa, Cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s