RasaRasa

RasaRasa
Diki Umbara & Angghie Gerardini Andria


Dedaun malam berguguran; berdesik, menabur dalam gemercik kelam

Senyap saling dekap, bersahutan menghitung pekat.

Kidung tujuh warna membaringkan gundah; menggenang indah.

Merenangi  basah warnaku yang gelisah….

 

Dari hembusan angin empat penjuru, yang terserak ;

tersusun dalam rangkai, Ikebana seikat cinta, tak berwangi harum sorga,

dalam komposisi sebentuk kuil pemuja kata.

 

Aku adalah kita ;  menggubah prosa

Dalam metafora sederhana , beraras cinta

Halaman berikutnya adalah kosong,

yang menyusun sendiri akhir kisahnya.

This entry was posted in @dikiumbara, @njiegerardini, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s