Kami Rumput dan Kau Penunggang Kuda yang Menunggu Genap Hitungan

1

umpama kau putri berkuda

kami adalah rumput-rumput pembual

rupa-rupa

hijau adalah bukan seperti kekal

2

pelanamu permadani

dirajut dari sutra jingga

kau duduki

singgasana aurora

3

kami tetap menjejak

kau melaju hilang arah

mengindari sebentuk jejak

goyah

4

atas-depan jadi pusat pandang

selebihnya kau anggap ganjil

5

kau tak henti melaju

di atas kuda pucat yang tak sempat mengeluh

kau tak henti menunggu suatu nanti,

yang kau ingkari; yang memaksamu merumput; yang mengoyak pelana aurora; yang menutup lensa-lensa; yang menyisakan sebuah frase.

6

suatu nanti dan kami masih rumput,

dan kami telah bersiap jadi landasan ramah jatuhmu

Depok, 2010

—————————-

Untuk seorang nona, kau tahu kapan saatnya mengistirahatkan kudamu.

It’s sweet when somebody knows every single detail about you, isn’t it?

The more they get to know you, the more attractive you become to them because everything beautiful they see on the inside of you, suddenly they’re able to see on the outside of you too.

This entry was posted in @ndigun, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s