Ketika Air Mata Saling Jatuh CInta

Ketika Air Mata Saling Jatuh CInta
Angghie Gerardini Andria

Semenjak bulan selaras nama. Atas nama cinta kubuka tingkap hati ketika mulai mati rasa. Ah, terlalu cepat menyebutnya cinta. Ini semacam rupa-rupa rasa dihujani rona tak terhingga.

Rintik jendela raga mulai jera dengan tingkahnya. Jengah bermusuhan dengan kawannya dan akhirnya membanjiri paras pancaran lara.

Sepucuk kacu ungu Ibu. Kusimpan di sudut lemariku. Sahabat tersetia setiap lebam mulai membiru. Seakan luka tak henti saling seteru.

Kacu ungu. Sahabat baru bagi air mataku. Mereka bertemu tak kenal waktu. Kacu lugu. Membuat air mata saling merindu. Hingga dekap waktu itu, ketika kamu menapaki hatiku.

Air mataku saling jatuh cinta. Memadu kisah di dalam sana. Tak pernah lagi menggenangi pelupuk raga. Begitu pun dengan kita.

This entry was posted in @njiegerardini, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s