Gincu Merah Jambu

Gincu Merah Jambu
Angghie Gerardini Andria

Merah jambu. Selalu itu karena yang ia punya hanya itu. Padu padan syahdu dengan tata rias wajahnya yang sendu. Tak jarang pula bergaun warna-warna senada dengan tarian bibir lugu.

Gincu merah jambu. Ia temukan di kotak peninggalan sang ibu. Gincu sederhana, tak punya lekatan merek terkemuka. Milik ibunya sejak menjajaki belia. Gincu ini yang membuka jalan keluar atas pemikiran buntunya. Jalan yang menuntunnya menjadi seorang pendosa. Untuk memenuhi kebutuhan dunia.

Sebenarnya, ini bukan pilihan hatinya. Logika hati seakan mendua. Dilema. Antara keterpaksaan dan kesadaran akan dosa. Tekanan hidup memaksanya menjadi pendusta rasa. Hina. Nelangsa. Sungguh, ini bukan maunya.

Gincu merah jambu. Berhasil merayu Ramlan menjadi Rindu. Tuntutan hidup di dunia semu.

This entry was posted in @njiegerardini, Flash Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s