Anjani : Roro Mendut Masa Kini

Anjani : Roro Mendut Masa Kini
Angghie Gerardini Andria

Temaram lampion mengguyur gadis elok dengan remang ringannya. Anjani, kembang desa dari pelosok daerah istimewa. Lari dari rumah mewah bangsawan Jogjakarta. Ini bentuk penolakan pasca ibunya menerima pinangan Prabuwangsa.

Anjani memutar otak, untuk bertahan ia harus bergerak. Beberapa peser uang harus berkembang. Terbitlah pemikiran lugu. Menjajakan rokok seperti seorang pemuda di balik tugu.

Ia beli beberapa puntung cerutu untuk dijajakan. Modal seadanya beserta paras rupawan. Harga tinggi tak menyoal bagi mereka para kumbang. Anjani menjual cerutu bekas hisapannya, berpoles liurnya.

Sederhana, dengan harga tujuh kali lipat dari semula. Cerutunya habis terjual. Kini, digenggamnya bekal beberapa minggu ke depan yang akan ia jadikan modal. Anjani tak lagi gamang lari ke kota seberang.

This entry was posted in @njiegerardini, Flash Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s