Satu Senja di Salihara

Satu Senja di  Salihara

Diki Umbara & Angghie Gerardini Andria

 

Menjejaki debu aspal ibu kota.

Di bawah selengkung senja.

Mengutus janji mengurai mimpi

Di ujung senja di Salihara, perjumpaan itu bukan tak disengaja

Kita bicara prosa bersamamu si pengurai makna si pecinta kata.

Senja semakin gelap.

Kita lewati semacam bentuk tingkap.

Menaiki tangga-tangga menuju teater atap

Lalu segurat senja pun terlewat.

Teater atap yang memikat.

Kita sampaikan kata dalam simpul isyarat.

This entry was posted in @dikiumbara, @njiegerardini, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s