Rampai Tujuh Rasa Tujuh Rupa

Rampai Tujuh Rasa Tujuh Rupa

Angghie Gerardini Andria

Jelita
Rintiknya merona
Padati paras pesona
Pun dalam sederet aksara
Merekah…
Merah

Lingkar cakrawala
Rayapan senja
Sejak masa di ufuknya
Hingga mengantar pekat di hampar nirwana
Menangkap tiap bidik ceritera
Jingga

Menatar percikan hati
Selaraskan dalam desah narasi
Semungil juwita andewi
Menetas rupa di hampar stepa (tak) asing
Kemuning

Lalu tersebutlah suatu gurun
Serupa Sahara
Menyulut berpuluh peluh
Tersingkap sepotong teduh
Di tepi oase menyeluruh
Menata frase dalam opera yang (tak) cuma separuh
Hijau

Meliuk
Mengekor lembar jiwa
Sejak di hulu arus
Pasrah pada banyu: mencumbu rasa yang satu
Biru

Dan lembayung pun menembang manis
Bak setangkup gendis
Pun memapar imajinasi
Rapatkan deskripsi
Seindah…
Nila

Telaga bungsu
Riuh
Tak dalam
(semoga) tak jua keruh
Buluh perindu
Ungu

This entry was posted in @njiegerardini, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s